MEMIKIRKAN AYAT-AYAT ALLOH

Friday, May 11, 2007

Pasar Jodoh


Cari jodoh koq susah. Padahal perempuan ada milyaran di dunia. Terlalu jauh kali kalo dunia. Yah radius 1 kilometer aja dah banyak tuh. lah itu di jalan ada yang lewat, satu, dua, jejer-jejer.

Tapi kenapa cari satu aja butuh bulanan atau tahunan? Karena aq ingin dapat Miss Right (orang yang tepat). Mendefinisikan diri aja susah, apalagi mendefinisikan orang yang cocok dengan diri ini.

Masalah kedua adalah informasi tidak sempurna. kita ga pernah tahu 100% orang yang kita kenal lama, apalagi yang belum kita kenal sama sekali. Semakin sedikit informasi yg kita tahu, semakin besar ketidakpastian kita mengenai kecocokan diri kita dengannya.

Untuk mengenal satu orang saja butuh waktu dan moment. Waktu lama saja tidak cukup. Biarpun lima tahun ketemu tapi selalu saat kuliah, gimana bisa kenal baik. Perlu moment-moment khusus yang menyingkapkan sisi lain dari orang yang ingin kita kenal.

Kalau satu orang saja butuh waktu bulanan, dan pada akhirnya kita menemukan ketidakcocokan, butuh berapa lama waktu untuk menemukan yang benar2 cocok? Ya kalo langsung cocok dengan orang pertama . Kalo orang ke-20, kalikan rata-rata 6 bulan untuk mengenal per orang, 10 tahun??!!!

Heh...capek deh!

Adanya biro-biro jodoh dimaksudkan untuk mempermudah orang mencari informasi tentang orang lain. Paling tidak informasi yang mudah didefinisikan bisa kita temukan secara cepat, seperti foto, tinggi dan berat badan, status, pekerjaan, dll. Lumayan loh, kalo kita usaha sendiri nyari info itu butuh waktu cukup lama. Kita mau nanya sama orangnya langsung ga enak, takut sana kege-eran duluan. Nanya orang lain takut malah digosipin.

Biaya pencarian (searching cost) jodoh memang sangat mahal. Orang akhirnya menimbang-nimbang apakah ketika ia mencoba memperoleh orang yang lebih baik dari yg sekarang dikenalnya memberi manfaat tambahan yang lebih besar dari biaya tambahan yang ia perlukan berupa waktu, energi, dan emosi.

Bisa jadi kapasitas seseorang pantas untuk mendapatkan orang yang lebih baik dari semua orang yang ia kenal sekarang, namun ia memilih untuk mendapatkan yang tidak ideal daripada ia harus capek lagi memulai semua proses pengenalan dari awal.

Seorang guruku menasihati bahwa tetapkanlah syarat yang sederhana untuk jodoh, cukup tiga:
1. Moslem
2. Prayer
3. Qur'an literate

Moslem menunjukkan bahwa standar kebenarannya sama dengan aku, yakni Quran dan Sunnah, jadi perbedaan prinsipil akan bisa dirujukkan ke keduanya.
Prayer menunjukkan bahwa ia betul-betul tunduk kepada Alloh dan Rosul-Nya, tidak hanya pengakuan di bibir saja
Quran literate adalah syarat intelektual agar aq dan dia sama-sama dapat merujuk ke Quran bila ada perbedaan di antara kami.

Sepertinya persyaratanku masih terlalu banyak, ga sesimpel saran guruku. Masalah sifat, pemikiran, hingga cara berpakaian masih kuperhatikan. Pantesan susah nyarinya! Dah ketemu pun belum tentu dia masih kosong. Dah kosong pun, belum tentu dia mau.

Oh...hidup

Ya Alloh, karuniai kami istri dan anak yang menjadi penyejuk mata dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa.

No comments: