Dalam hadits marfu' mutawatir yang diriwayatkan oleh Asma r.a. dalam kitab Shahih Muslim, Rosululloh s.a.w. pernah berkhutbah setelah sholat gerhana matahari,
"...Telah diwahyukan kepadaku, bahwa kalian akan menerima ujian dalam kubur yang hampir menyerupai fitnah atau seperti fitnah Masih Dajjal, aku tidak tahu apa ia sebenarnya. Asma melanjutkan: Seseorang di antara kalian didatangkan dan ditanya: Apa yang engkau ketahui tentang orang ini (maksudnya Rasulullah. Orang yang beriman akan menjawab: Dia adalahMuhammad utusan Allah, yang datang kepada kami dengan membawa bukti dan petunjuk. Lalu kami menyambut dan mematuhinya. (Itu dikatakannya sebanyak tiga kali). kemudian kepadanya dikatakan: Benar! Kami memang tahu bahwa engkau beriman kepadanya. Tidurlah baik-baik! Sedangkan orang munafik atau ragu-ragu akan menjawab: Aku tidak tahu. Aku mendengar orang-orang mengatakan sesuatu lalu kuikuti saja berkata seperti itu."
Hadits tersebut menunjukkan perbedaan antara orang beriman dan orang munafik atau ragu-ragu dalam keimanannya. Orang beriman mengikuti Rosululloh s.a.w. karena mereka melihat bukti dan petunjuk yang ada padanya, kemudian mereka mentaatinya. Sementara orang munafik atau ragu-ragu mengikutiperkataan orang tanpa bukti dan petunjuk
Bagaimana keadaan diri kita? Apakah kita termasuk orang yang mengikuti Islam ini karena melihat bukti dan petunjuk yang kuat yang dibawa oleh Muhammad s.a.w., atau kita mengekor orang lain, entah orang tua, guru ngaji, kyai, filsuf, politikus, dan lainnya?
MEMIKIRKAN AYAT-AYAT ALLOH
Friday, May 11, 2007
Beda Orang Beriman dan Munafik
Label: Keyakinan Muslim
No comments:
Post a Comment