Hisab di akhirat dilakukan secara individual, bukan kelompok. Mereka memang dikelompokkan dalam perjalanan akhirat, namun pengelompokan tersebut bukan berdasarkan kelompok mereka di dunia, namun berdasarkan amalan mereka. Sekumpulan orang di dunia karena satu keluarga, satu bangsa, satu organisasi, akan terpisah-pisah di akhirat. Sebaliknya orang yang tidak saling mengenal semasa hidupnya bisa menjadi satu kelompok karena mereka memiliki kesamaan tingkat amalan.
Di sisi lain, kita suka menilai seseorang dari kelompok mana ia berasal. Kita suka melakukan generalisasi bahwa seluruh orang yang berasal dari suatu kelompok memiliki sifat-sifat tertentu yang menjadi keumuman anggota kelompok tersebut. Sehingga kita mudah menilai bahwa seseorang dari kelompok yang biasa kita kenal sebagai kelompok baik pasti akan baik pula dirinya. Sementara seorang yang berasal dari kelompok yang jelek pasti jelek pula dirinya.
Padahal tiap individu dalam kelompok memiliki variasi yang unik. Memang akan terdapat sifat-sifat yang umum. Namun dalam sifat yang umum ini pun, akan ada orang-orang yang tidak memiliki sifat tersebut. Mereka memang orang yang aneh dalam kelompok tersebut. Bisa jadi mereka belum menjadi orang yang terwarnai sepenuhnya oleh kelompok tersebut.
No comments:
Post a Comment